Sejak
diberlakukannya Undang-Undang No.22 Tahun 1999 dan dilengkapi dengan
Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang desentralisasi pengelolaan daerah. Menjadi
daerah otonom berarti semua proses pengembangan daerah  mulai perencanaan, eksekusi hingga kontrol dilakukan
sepenuhnya oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.  Hal ini membawa konsekuensi sangat besar
terhadap  kepala daerah untuk menjadi
perancang dan pemasar daerah yang mumpuni.

Adanya
otonomi daerah yang memberikan keluasan daerah dalam mengelolah daerahnya
menjadi dasar beberapa daerah belakangan ini berlomba-lomba membranding
daerahnya dengan menetapkan slogan atau tagline yang unik dan bisa menyampaikan
pesan dari daerah masing-masing agar mudah dikenal serta diingat di lingkup
nasioanal. Awalnya terkesan memaksa dan asal bunyi, sekarang terdengan puitis
dan memakai bahasa asing. Tujuan dari pemberian branding sendiri bukan hanya
mengenalkan keungulan dari produk, namun lebih menekankan pada aspek bagaimana
branding tersebut dapat lebih dikenal dan selalu diingat oleh masyarakat.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Strategi
branding merupakan salah satu proses pemasaran yang sering kali diterjemahkan
sebagai kegiatan promosi. Promosi melalui brandingnya tersebut, daerah dapat
dengan mudah memasarkan potensinya baik berupa Sumber Daya Alam, Sumber Daya
Manusia, hingga potensi budaya serta kepariwisataan kepada publik dengan
harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarkatat daerah tersebut

Kabupaten
Banyuwangi adalah salah satu kota kecil yang ingin membangun image dengan
menerapkan tagline “The Sunrise of Java”
Banyuwangi dengan semangatnya sebagai daerah yang sedang berkembang menggunakan
julukan tersebut sebagi tag line untuk mengenalkan dirinya. Tentu, bukan tanpa
maksud Banyuwangi membranding dirinya dengan julukan ” Banyuwangi, The Sunrise Of Java”, secara geografis, posisi
Kabupaten Banyuwangi sangat strategis karena berada di pesisir pulau Jawa, ini
menjadikan salah satu alasan mengapa branding daerah ini “The Sunrise Of Java”. Dengan asumsi bahwa letaknya yang berada di
ujung timur pulau Jawa ini, Banyuwangi mendapat sinar matahari paling awal dari
daerah lain pulau jawa. Dengan mendaopat sinar matahari yang paling awal, maka
secara otomatis masyarakat Banyuwangi bangun lebih awal dan memulai pekerjaan
lebih awal dari daerah lain di pulau Jawa ini. Hangatnya sinar matahari pagi
juga yang membakar semangat kerja masyarakat Banyuwangi dalam bekerja. Filosofi
tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat Banyuwangi membangun daerahnya agar
mampu bersaing dengan daerah lain. Semangat inilah yang membuat Banyuwangi
berani membranding dirinya sebagai “The
Sunrise Of Java”.

Pemberian
branding “The Sunrise Of Java” yang
diinovasi oleh pemerintah Banyuwangi memberikan dampak yang signifikan dengan
mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan
Bangsa-Bangsa (UNWTO) dalam ajang “12th UNWTO Awards Forum” di
Madrid, Spanyol dan mendapatkann Awards for Excellence and Innovation in
Tourism di tahun 2016 ini (Travel.Kompas.com,2016) .