Laporan penelitian PROSES BISNIS

PRIMA
ALUMINIUM

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Santoso

10516151, APB-5

Email: [email protected]

 

Rayhan Farras H

10516165, APB-5

[email protected]

 

 

ABSTRAK

 

Prima
Aluminium merupakan salah satu usaha produksi alumunium menengah di kota Garut
yang memiliki potensi pasar tinggi. Hal ini terlihat dari keuangan Prima
Aluminium yang dikategorikan bagus karena pendapatan pertahunnya mengalami
peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Akan tetapi pada tahun 2014
terjadi penurunan pendapatan sebesar 
8,49% dari tahun 2013. Penurunan ini terjadi karena menurunnya kinerja Prima
Aluminium serta adanya permasalahan dan kendala yang terjadi dalam proses
bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis dari Prima
Aluminium, mengetahui permasalahan serta kendala apa saja yang muncul pada
proses bisnis Prima Aluminium, mengetahui ukuran kinerja Prima Aluminium,
menganalisis data-data dan menyimpulkan solusi permasalahan yang tepat untuk
meningkatkan proses bisnis Prima Aluminium. Desain penelitian yaitu penelitian
kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi
pustaka. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan
sesuai dengan metode yang dipilih pada tiap tahapan aktivitas peningkatan
proses bisnis. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa promosi adalah proses yang
harus ditingkatkan. Solusi untuk meningkatkan promosi hasil produksi yaitu
membuat website yang ditujukan untuk e-commerce
sebagai wadah promosi hasil produksi.

 

Kata kunci:  e-commerce, produksi, promosi, proses
bisnis

 

 

ABSTRACT

 

Prima Aluminum is one of medium aluminum production
business in Garut city which has high market potential. This can be seen from
the finance of Prima Aluminum which is categorized good because its annual
income has increased in the last five years. However, in 2014 there is a
decrease in revenue by 8.49% from 2013. This decline occurred due to declining
performance of Prima Aluminum and the existence of problems and constraints
that occur in business processes. This study aims to analyze the business
process of Prima Aluminum, to know the problems and constraints of anything
that appears on the Prima Aluminum business process, to know the performance of
Prima Aluminum, analyze the data and summarize the right solution to improve
the Prima Aluminum business process. The research design is qualitative
research. Methods of data collection include observation, interview and
literature study. Data sources are primary data and secondary data. The analysis
is performed according to the method chosen at each stage of business process
improvement activity. The results of the analysis show that promotion is a
process that should be improved. The solution to improve the promotion of
production is to create a website devoted to e-commerce as a container
promotion of production.

 

Keywords: e-commerce, production, promotion, business processes.

 

 

 

 

1.    
PENDAHULUAN

 

Produksi
adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang
untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa
mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya
guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran.
Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang
mencukupi. Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan
produsen.

Pada Prima
Aluminium terdapat berbagai aktivitas proses bisnis yang dilakukan. Menurut
Davenport dan Short (1990, p.2) proses bisnis adalah sebuah kumpulan tugas
terhubung secara logis yang dilakukan untuk mencapai sebuah hasil bisnis yang
pasti.

Sedangkan
menurut Harmon (2007) dan Harrington & Lomax (2000) seperti yang dikutip
oleh Susanne Leist, et al (2011, p.57-58) mendefinisikan proses bisnis sebagai
sebuah proses yang dapat dilihat sebagai sebuah rangkaian kesatuan aktivitas
yang menambah nilai untuk input dan merubahnya ke output.

Prima
Aluminium merupakan salah satu usaha produksi alumunium menengah di kota Garut
yang memiliki potensi pasar tinggi. Hal ini terlihat dari keuangan Prima
Aluminium yang dikategorikan bagus karena pendapatan pertahunnya mengalami
peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Akan tetapi pada tahun 2014
terjadi penurunan pendapatan sebesar 
8,49% dari tahun 2013. Penurunan ini terjadi karena menurunnya kinerja Prima
Aluminium serta adanya permasalahan dan kendala yang terjadi dalam proses
bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis dari Prima
Aluminium, mengetahui permasalahan serta kendala apa saja yang muncul pada
proses bisnis Prima Aluminium, mengetahui ukuran kinerja Prima Aluminium,
menganalisis data-data dan menyimpulkan solusi permasalahan yang tepat untuk
meningkatkan proses bisnis Prima Aluminium. Desain penelitian yaitu penelitian
kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi
pustaka. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan
sesuai dengan metode yang dipilih pada tiap tahapan aktivitas peningkatan
proses bisnis. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa promosi adalah proses yang
harus ditingkatkan. Solusi untuk meningkatkan promosi hasil produksi yaitu
membuat website yang ditujukan untuk e-commerce
sebagai wadah promosi hasil produksi. 

Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis dari Prima Aluminium, mengetahui
permasalahan serta kendala apa saja yang muncul pada proses bisnis Prima
Aluminium, mengetahui ukuran kinerja Prima Aluminium, menganalisis data-data
dan menyimpulkan solusi permasalahan yang tepat untuk meningkatkan proses
bisnis Prima Aluminium serta memanfaatkan teknologi informasi secara lebih
optimal untuk proses bisnis Prima Aluminium. Sehingga pada akhirnya, Prima
Aluminium dapat meningkatkan pendapatannya secara lebih optimal.

 

2.   METODOLOGI PENELITIAN

 

Desain
Penelitian Desain penelitian untuk penelitian kualitatif, yaitu serangkaian
kegiatan menganalisis data dalam objek penelitian yang tidak dinyatakan dalam
angka-angka. Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Percetakan Bhinneka
Riyant yang beralamat di  Jalan
Bulustalan III A No. 383-384, Kel. Bulustalan, Kec. Semarang Selatan, Kota
Semarang 50246.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode
Pengumpulan Data

a.      
Observasi        

Merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan yang dilakukan secara
langsung terhadap obyek penelitian dengan menggunakan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala-gejala yang ada hubungannya dengan masalah yang
diteliti. 

 

b.      
Wawancara

Wawancara merupakan metode suatu penelitian yang dilakukan dengan cara
mengumpulkan data melalui tanya jawab atau konsultasi dengan aktor yang
berhubungan langsung dengan permasalahan yang dibahas. 

 

c.       
Studi Pustaka        

Studi pustaka yaitu metode penelitian dengan menggunakan dan mempelajari
buku-buku  maupun literatur-literatur
yang berhubungan dengan masalah yang diteliti sebagai tinjauan pustaka. 

 

Sumber Data

a.    Data Primer      

 Data primer adalah data yang
diperoleh dari sumber secara langsung. 

b.    Data Sekunder

Data sekunder adalah segala keterangan yang diperoleh dari datadata lain
yang dapat dipakai sebagai penunjang serta berkaitan dengan tema penelitian
(survey).   

 

Metode
Analisis Data

Analisis
dilakukan sesuai dengan metode yang dipilih pada tiap tahapan aktivitas
peningkatan proses bisnis.

2.1 Second-Level Heading

 

Heading pada level kedua dituliskan dengan italics dengan menggunakan huruf kapital
untuk tiap katanya.

 

2.1.1 Third-Level Heading

 

Heading pada level ketiga mengikut style dari  heading level kedua. Hindari penggunaan heading lebih dari tiga level.

 

3.   HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Penulisan Proses Bisnis Pada Percetakan Bhinneka Riyant Proses bisnis
adalah sebuah rantai aktivitas berulang yang berhubungan secara logis yang
menggunakan sumber daya perusahaan untuk mengolah sebuah objek (fisik atau
mental) dengan tujuan untuk mencapai produk atau hasil yang terukur dan telah
ditentukan untuk pelanggan internal atau eksternal. Jadi, pada Percetakan
Bhinneka Riyant, yang dimaksud proses bisnis bukan hanya proses produksi
percetakan, pengiriman barang, promosi, dan lain-lain namun meliputi berbagai
aktivitas penunjang dan pengembangan dengan tujuan untuk mencapai pelayanan
tertentu yang memuaskan pelanggan dan meningkatkan omset untuk percetakan itu
sendiri. Sesuai dengan definisi tersebut, penulis mengidentifikasi proses
bisnis pada Percetakan Bhinneka Riyant sebagai berikut:

a. Proses Bisnis Utama

1.  Pembelian bahan baku/ purchasing

2.  Proses produksi/ manufacturing

a)
prepress/pracetak       konsep desain,
meliputi:  i. typesetting ii. art work
preparation iii. image assembly iv. platemaking      

b)   cetak           printing press     

c)   pasca cetak         i.    
finishing                                      ii.    packaging

3.  Pengiriman barang (delivery order)

4.  Pemasaran/ promosi (marketing)

5.
Pelayanan pelanggan (customer service)      

a)  after-sales
service     

b)  product take
back

b. Proses Bisnis Penunjang
Manajemen keuangan (financial management)

c. Proses Bisnis Pengembangan

1. Pengembangan produk

2. Pengembangan teknologi produksi

3. Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) atau karyawan Klasifikasi Proses
Bisnis             Percetakan Bhinneka
Riyant adalah sebuah bisnis pelayanan jasa percetakan. Di dalamnya terdapat
berbagai proses produksi dan berbagai proses lainnya, hingga para pelanggan
bisa mendapatkan kepuasan dalam menggunakan jasa percetakan. Proses-proses
bisnis Percetakan Bhinneka Riyant yang telah disebutkan sebelumnya bisa
diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu proses bisnis utama, proses
bisnis penunjang, dan proses bisnis pengembangan. a. Proses Bisnis Utama      Proses bisnis utama (primary processes)
pada Percetakan Bhinneka Riyant meliputi proses-proses inti yang menghasilkan
nilai terbesar dalam usaha percetakan. Pada Percetakan Bhinneka Riyant, proses
bisnis utamanya adalah sebagai berikut: 1. 
Pembelian bahan baku (Proses pra produksi)

Pembelian bahan baku merupakan salah satu proses pra produksi dalam usaha
percetakan. Karena bahan ini merupakan bahan yang dibutuhkan (input) dalam
proses produksi. Bahan bakunya (input) antara lain adalah kertas, tinta cetak,
berbagai macam rol, lem, plastik, benang, kawat, dan lainlain. 

2.  Proses Produksi

Di dalam proses produksi terdapat tiga tahapan proses yaitu: a) Prepress
atau pracetak Prepress atau pracetak adalah semua proses digital untuk
menyiapkan desain cetak (artwork, graphic design) dengan perangkat komputer,
dimulai dari input

data sampai desain siap cetak atau final artwork.

b) Cetak Proses cetak ini disebut dengan printing presses. Ini merupakan
proses intinya. Saat plat percetakan telah dibuat, plat akan diletakkan pada
mesin yang dinamakan presses yang digunakan untuk mencetak pada kertas atau
material lainnya. c) Pascacetak i. Finishing (Penyelesaian)

Terdapat proses finishing seperti dop laminating, glossy laminating,
pelipatan (folding), pond (potong dengan pisau yang dibentuk) dan potong sisir
masuk di proses ini. Termasuk juga nomorator, perforasi, klem, spiral, foil dan
emboss/ deboss. ii. Packaging (Pengepakan) Hasil produksi yang telah lulus
inspeksi dan telah difinishing sesuai dengan spesifikasi yang diminta kemudian
dilakukan pengepakan sesuai standar packing.

3.  Pengiriman barang (Delivery
order) Setelah proses packing kemudian diberikan identifikasi produk dan
dicatat jumlahnya untuk kemudian dipersiapkan dokumen pengiriman. Pengiriman
barang dilakukan berdasarkan jatuh tempo pengiriman yang diminta oleh
customer. 

4.  Pemasaran/promosi (Marketing)
Promosi dilakukan dengan menawarkan jasa percetakan kepada masyarakat. Promosi
pada Percetakan Bhinneka Riyant dilakukan melalui cara tradisional yaitu
melalui dari mulut ke mulut. Selain itu juga melalui brosur dan iklan koran.

5.Pelayanan pelanggan (Customer service)

a) After-sales service Setelah proses transaksi bisnis dilakukan, customer
masih dapat memperoleh informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan
garansi hasil cetakan, garansi uang pembayaran, dan lainlain.

b) Product take back Apabila ada hasil cetakan yang rusak/ cacat maka dapat
dikembalikan dan diganti dengan yang baru.

b.    Proses Bisnis Penunjang

Proses bisnis penunjang (support processes) pada Percetakan Bhinneka Riyant
meliputi prosesproses yang tidak langsung menghasilkan nilai tetapi diperlukan
untuk mendukung proses utama di atas. Pada Percetakan Bhinneka Riyant, proses
bisnis penunjangnya adalah sebagai berikut:

1. Manajemen keuangan   Manajemen
keuangan pada Percetakan Bhinneka Riyant yaitu dengan mengelola laporan
keuangan dan laporan penggajian karyawan menggunakan Microsoft Excel.

c.    Proses Bisnis Pengembangan

Proses bisnis pengembangan (development processes) pada Percetakan Bhinneka
Riyant meliputi proses-proses untuk meningkatkan kinerja rantai nilai dengan
proses utama dan pendukung yang telah disebutkan sebelumnya. Berikut beberapa
proses bisnis pengembangan pada Percetakan Bhinneka Riyant: 1. Pengembangan
produk   Pengembangan produk pada
Percetakan Bhinneka Riyant yaitu dengan membuat aneka

hasil cetak offset dan grafis dengan berbagai macam bahan, desain, model
yang kreatif dan menarik. 2. Pengembangan teknologi produksi   Pengembangan teknologi produksi pada
Percetakan Bhinneka Riyant yaitu dengan memperbarui alat cetak. 3. Pengembangan
SDM / karyawan   Pengembangan karyawan
pada Percetakan Bhinneka Riyant yaitu dengan menambah jumlah karyawan sehingga
dapat memenuhi order pesanan dalam jumlah besar dengan tepat waktu. Analisis
Data            

Berdasarkan metode analisis data yang diuraikan pada bab sebelumnya maka
tahapan aktivitas peningkatan proses bisnis yang pertama yaitu dokumentasi
proses (process documentation).

1. Dokumentasi Proses (Process Documentation) Dokumentasi proses adalah
proses pertama dalam aktivitas peningkatan kinerja. Untuk mendokumentasikan
proses, penulis menggunakan tool Cross-Functional Flowchart. Cross Functional
Flowchart adalah flowchart yang menggambarkan aktivitas, siapa yang melakukan
aktivitas tersebut dan di departemen fungsional apa mereka berada. Untuk
membuat cross-functional flowchart, penulis menggunakan sumber data yang
didapatkan dari hasil pengamatan. Berdasarkan data-data tersebut, penulis mengidentifikasi
5 aktor dalam Percetakan Bhinneka Riyant yang berhubungan dalam proses
produksi. Setelah itu penulis menghubungkan setiap unit tersebut sesuai dengan
input dan output proses yang terjadi. Informasi tambahan waktu yang dihabiskan
dalam proses, biaya yang dikeluarkan, value added, dan tingkat penyelesaian
proses tidak

penulis
cantumkan karena kurangnya data dan berdasarkan beberapa pertimbangan hal itu
kurang mendukung analisis. Yang sangat diperlukan dalam analisis ini adalah
alur proses bisnisnya.

                                                     
                                                              (1)      

 

Gambar
diberi  nomor  urut dan 
keterangan lengkap,  dan  harus 
diacu  dalam tulisan. Keterangan
 pada gambar ditulis di bawah gambar, dengan
huruf kecil kecuali pada karakter pertama pada tiap kalimat. Posisi gambar dan
keterangan gambar diletakkan di tengah (rata-tengah). Pada gambar yang diambil
dari referensi lain dicantumkan sumber pustakanya.

 

Gambar 1. Quality
Filter Mapping 1

 

Gambar 2. Quality Filter Mapping 1

 

4.   KESIMPULAN

 

Tabel
diberi  nomor  dan 
keterangan lengkap,  dan  harus 
diacu  dalam tulisan.

Keterangan
pada tabel diberikan di atas tabel. Keterangan dituliskan dengan huruf kecil
kecuali pada karakter pertama pada tiap kalimat. Posisi tabel dan keterangan
tabel diletakkan di tengah (rata-tengah). Garis yang digunakan pada tabel
adalah hanya garis horizontal, sedangkan garis vertikal dihilangkan. Pada tabel
yang diambil dari referensi lain dicantumkan sumber pustakanya.
Tabel tidak diperbolehkan dalam bentuk gambar (hasil crop), jika tabel diambil
dari sumber lain harus diketik ulang dan dicantumkan sumbernya.

 

Tabel 1. Keterangan pada tabel
di tulis dengan bold style 3

Index

Item 1

Item 2

Item 3

Item 4

Item 5

Item 6

Item 7

1

L

M

 

L

M

M

 

2

H

H

L

 

M

M

 

Catatan:  

H   : High correlation and usefulness: 9

M   : Medium correlation and usefulness: 3

L    : Low correlation and usefulness: 1

 

UCAPAN
TERIMA KASIH

Jika memang ada, dapat dituliskan Ucapan Terima Kasih
sebelum DAFTAR PUSTAKA.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1    Bicheno, J., 1991. 34 for Quality,
PICSIE Books, Buckingham.

2    Forza, C., A. Vinelli, and
R. Filippini, 1993.  “Telecommunication
services for quick response in the textile-apparel industry”, Proceedings of
the 1st International Symposium on Logistics, The University of Nottingham,
pp. 119-26

3    Monden, Y., 1993. Toyota
Production System: An Integrated Approach to Just-in-Time, 2nd
ed., Industrial Engineering and Management Press, Norcross, GA.

 

ACUAN REFERENSI

 

Tuliskanlah referensi
yang digunakan dalam makalah utama. 
Jangan mencantumkan referensi dalam daftar pustaka yang tidak pernah
digunakan sebagai acuan dalam penulisan naskah. Jika penulis lebih dari tiga orang,
maka gunakan nama penulis utama diikuti istilah ‘et. al.’ untuk mengacu pada penulis yang lain (pada satu referensi
yang sama), contoh: 2  pada akhir
kalimat untuk mengacu daftar pustaka nomor urut 2.

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

 

Daftar  pustaka 
disusun  terurut  berdasar 
nama  belakang  pengarang 
dan  hanya  memuat 
pustaka  yang  dikutip 
dalam tulisan. Nama dituliskan tanpa gelar, dan jika pengarang lebih
dari dua, hanya nama pengarang pertama yang dituliskan dari nama belakangnya.
Setiap rujukan baik artikel maupun buku tanpa dipilah-pilah jenisnya, diurutkan
menurut kemunculan
atau penyebutan dengan nomor urut dalam kurung siku (Vancouver Citation Style). Antar sumber daftar pustaka diberikan
jeda 1 spasi.

 

Untuk
buku: (1) nama akhir, (2) koma, (3) nama pertama, (4) titik, (5) tahun
penerbitan, (6) titik, (7) judul buku cetak miring, (8) titik, (9) kota
penerbitan, (10) titik dua, (11) nama penerbit, dan (12) titik, seperti contah
berikut: 

 

 

Buku yang di ditulis satu orang;

1   Laurance, 
D.  (1994).  Fundamental  of 
Neural  Network:  Architecture, 
Algorithm,  and  Application.  New 
Jerset: Prentice-Hall. 

Buku yang ditulis dua atau tiga
orang; 

1  Bernad, E., and Casasent, D. (1990). Shift Invariance and the Neocognitron,
in Neural Network. Pergamon Press. Band 3. 403-410. 

Buku yang ditulis lebih dari tiga
orang; 

1    Nilsen, Pace, A., et al. (1997). Sexism and Language. Urbana: National Council of Texcher of Engglish. 

Buku Suntingan

1  Mammone, R. J., ed. (1993). Artificial Neural Network for Speech and
Vision. London: Champman and Hall. 

Artikel Jurnal   

Untuk
artikel dalam  jurnal:  (1) nama akhir,  (2) koma, 
(3) nama pertama,  (4)  titik, 
(5)  tahun penerbitan,  (6) 
titik,  (7)

tanda
petik terbuka, (8) judul artikel, (9) titik, (10) tanda petik tertutup, (11)
nama jurnal cetak miring, (12) volume, 13

titik,
(14) nomor (kalau ada), (15) koma, (16) spasi, (17) halaman, (18) titik,
seperti contoh berikut:

1 Ukushima, K. 1991.
“Handwritten Aplhanumeric Character Recognition by The Neocognitron”.  IEEE
Trans. On Neural Network  2. 3,
22-32. 

Jika  ada 
lebih dari  satu  artikel oleh pengarang  yang 
sama,  nama pengarangnya
ditulis  ulang  secara 
lengkap, dimulai dengan tahun terbitan yang lebih dulu.