Abstract

To be an Entrepreneur should be able
to see any opportunities that exist, one of
which is to develop business opportunities in the field
of technology. There are lots of business opportunities in
the field of technology especially in the days
of emerging technologies now rapidly. As
for it of course so that we succeed
in our entrepreneur must
have obsessions, creativity, an interesting idea, and
soul that never give up our business in order
to survive and dominate the intended market.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.    PENDAHULUAN

Pada zaman
perkembangan teknologi saat ini, komunikasi dan informasi memberikan dampak
yang sangat baik bagi perkembangan sekarang, hal ini dikarenakan dengan
tingginya perkembangan teknologi menyebabkan manusia dengan mudah mendapatkan
informasi ataupun melakukan komunikasi secara global sehingga kita tidak perlu
lagi untuk bersusah payah untuk informasi yang sedang berkembang. Namun seperti
yang kita ketahui bahwa walaupun teknologi semakin berkembang belum dapat
mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Padahal banyak sekali
perusahaan-perusahaan besar yang mengguranakan teknologi dalam menyebarkan
informasi terkait lowongan pekerjaan perusahaan tersebut.

Akan tetapi keadaan
ini, masih belum dapat dimaksimalkan oleh sebagian orang yang belum mempunyai
pekerjaan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi seorang
entrepreneur. Padahal dengan berkembangnya teknologi sangat memudahkan kita
untuk merintis usaha agar menjadi seseorang entrepreneur, saat ini sebagian
orang yang masih bingung dengan cara memanfaatkan teknologi agar menjadi
seorang entrepreneur, padahal sudah banyak perusahaan-perusahaan yang
memanfaatkan teknologi untuk membangun usahanya, salah satu contoh nya seperti,
kaskus, lazada, facebook dan lain sebagainya.

Untuk menjadi
seorang entrepreneur yang sukses kita harus mampu mengembangkan diri sendiri
sehingga dapat memunculkan ide-ide orisinil yang menarik dan kreativitas yang
unik agar dapat memunculkan hal yang baru sehingga dapat diminati oleh target
pasar yang dituju.

Menjadi seorang
entrepreneur berarti harus bisa memanfaatkan
peluang dari setiap bisnisnya ataupun orang yang secara terpaksa terjun ke
dalam suatu bisnis. Dengan kata lain, seorang entrepreneur harus memiliki
ambisi yang tinggi sehingga secara tidak langsung mampu membius diri sendiri
untuk bekerja secara terus-menerus sepanjang waktu. Tidak dipungkiri
bahwa agar mampu bersaing di dunia entrepreneur kita harus juga mempunyai jiwa
yang pantang menyerah sehingga mampu bersaing dan mampu membuat bisnisnya
merajai pasar yang ada.

Adapun itu, banyak orang menjadi seorang entrepreneur di bidang
teknologi yang berhasil dan sejahtera tetapi sangat sedikit yang siap untuk
menghadapi segala tantangan yang ada dan secara sadar rela mengorbankan hal-hal
yang mereka cintai demi pencapaian tujuan tersebut.

1.1    Tujuan dan Rencana

Menjalankan bisnis tentu menjadi harapan semua orang, namun
agar mampu menjalankan bisnis dengan sukses tentu saja memerlukan obsesi, ide
yang kreatif, ambisi yang kuat, jiwa yang pantang menyerah agar mampu bersaing
dengan orang lain, dan juga harus mengambil setiap resiko yang ada. Sebenarnya resiko yang adapun
semata mata menguji kesiapan si pelaku bisnis apakah dirinya mampu mengatasi
masalah tersebut atau tidak. Pada akhirnya
seorang entrepreneur harus mampu mengukur diri “Siapakah saya?”, “Sudah sampai
mana?” jadi, secara tidak langsung seorang entrepreneur harus memahami posisi
dan proses yang sedang dijalankannya.

1.2    Tinjauan Pustaka

Menurut
Druker (1956) yang mengatakan ability to
create the new different (kemampuan dalam manciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda) pengertian itu mengandung maksud bahwa seorang pengusaha di dalam
dirinya mengandung untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dengan
yang sudah ada sebelumnya.

1.3    Analisis
Situasi

Dengan
melihat berkembangnya teknologi komunikasi diharapkan mampu melihat peluang
bahwa memanfaatkan teknologi untuk berbisnis merupakan hal yang cukup
menjanjikan. Adapun seorang entrepreneur sebelum memasuki dunia bisnis harus
memikirkan beberapa hal, yakni :

1.   
Membuat
visi dan misi bisnis

Sebelum
membangun bisnis, seorang pembisnis harus mempunyai visi dan misi yang jelas
dan itu berakar menjadi ponndasi ataupun landasan seorang pembisnis tersebut
agar tetap fokus pada tujuan yang akan dicapainya. Dan sering terjadi suatu
usaha pada saat mulai berkembang pada tahap selanjutnya mengalami  penurunan karena organisasi tersebut tidak
memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal melainkan lebih banyak
mencoba menjalankan usaha bisnis yang baru.

2.   
Perlunya
berpikir positif dan belajar bersikap untuk menjadi sukses

There
is no over night success sesuatu
yang harus ditanamkan daripada setiap calon entrepreneur karena dibutuhkan
waktu, sikap pantang menyerah, proses belajar secara bertahap, dan melihat
masalah dengan positif yang tidak mudah membuat patah semangat namun melihat
setiap peluang dan belajar dari kegagalan.

3.   
Pemasaran,
Pelayanan, dan Product brand

Pemasaran
merupakan ujung tombak usaha bisnis dalam menjual produk atau jasa. Sebagus
apapun produk atau jasa tan laipa adanya pemasaran yang baik maka akan sangat
sulit untuk meningkatkan penjualan atau keuntungan usaha. Dengan pelayanan yang
baik terhadap pelanggan maka akan mudah mendapatkan konsumen yang royal kepada
kita, tentu saja itu menjadi salah satu kunci dalam perkembangan usaha.

2.    Metode

Metode
merupakan langkah awal kegiatan yang kita lakukan untuk menjadi seorang
entrepreneur untuk menemukan sebuah ide atau gagasan agar terlaksananya bisnis
yang akan kita lakukan. menurut Jeffry Timmons dalam buku Creative Manager Entrepreneur terdapat langkah-langkah untuk
menemukannya, yakni:

1.     
adalah
membuat daftar ide usaha.

2.     
adalah
belajar dari pengalaman kewirausahaan sukses sebagai bahan pertimbangan  atau masukan untuk langkah-langkah kedepannya.

3.     
adalah
memilih tiga ide usaha. Untuk memilih tiga ide usaha dari sekian banyak ide-ide
usaha yang ada.

4.     
adalah
konsultasi dengan penasihat (counsellor)
untuk meminta saran dan masukan mengenai ketiga ide usaha yang telah dipilih.

5.     
adalah
memilih satu ide usaha. Langkah ini dilakukan dengan menguji masing-masing ide
usaha yang dikaitkan dengan kriteria peluang pasar. (Musrofi, 2008).

 

2.1    Memilih
Responden

Responden
dalam karya ilmiah adalah beberapa orang entrepreneur yang menjalankan bisnis
di bidang teknologi yang memiliki kelayakan sebagai entrepreneur yang cukup
sukses karena menjalankan bisnis yang dibangun secara konsisten.

Alat
bantu untuk membuat karya ilmiah ini yakni :

·        
Internet
Searching : merupakan alat media yang digunakan untuk mencari dan mendapatkan
informasi mengenai apa yang akan dilaksanakan dan juga sebagai media untuk
mengetahui keinginan pasar dalam memulai usaha.

·        
Observasi
non partisipan : Upaya yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan penelitian
atau observasi dengan turun langsung kelapangan dengan cara mengamati secara
langsung agar mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

 

2.2    Teknik
Pengumpulan Data

Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis di dalam sebuah
tulisan, karena seperti dalam tulisan, esai ataupun penelitian yang dapat
dipertanggunjawabkan harus memilik data yang valid, penulis menggunakan beberapa
teknik pengumpulan data selama melakukan proses penulisan ini, diantaranya
adalah :

 

1.     
Studi
Pustaka

 

Disini
penulis menggunakan studi pustaka untuk mencari berbagai data guna mendukung
atau menambah informasi untuk tulisan/paper ini, yaitu :

a.      
Referensi
Buku

Beberapa buku
yang yang dipakai oleh penulis untuk menguji kelayakan karya ilmiah ini, serta
buku juga menjadi acuan penulis untuk mengembangkan hasil karya ilmiah ini.

b.     
Internet
Searching

Merupakan salah
alat yang digunakan dalam mencari atau menambah informasi penulis dalam
menyelasaikan karya ilmiah ini.

 

2.     
Studi
Lapangan

 

Adapun studi
lapangan yang dilakukan oleh penulis, yaitu:

a.      
Wawancara

Dalam melakukan
sebuah tulisan, sangat diperlukan yang namanya wawancara tujuannya untuk
mendapat data yang sangat valid dan juga menyesuaikan suatu kejadian antara
yang penulis angkat dan apa yang ada dilapangan.

b.     
Observasi
non Partisipan

 

Merupakan
upaya yang dilakukan oleh penulis dengan turun ke lapangan dalam mengamati
secara langsung agar mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan terpercaya
sehingga karya ilmiah ini layak untuk dibaca.

3.     
Dokumentasi

Mengambil data pada penelitian
sebagai upaya untuk menerjemahkan segala sesuatu yang ditemukan dilapangan,
perlu adanya dokumentasi-dokumentasi dalam berbagai versi. Studi dokumenter
merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis
dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang
telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai).

 

 

 

2.3    Teknik
Analisis Data

Data
yang diperoleh dilapangan kemudian dilakukan analisis melalui tahapan-tahapan
tertentu. Setelah di perolehnya suatu data dilapangan yang kemudian data
tersebut dianalis agar terdapat pokok permasalan dan bagaimana kita
menyelesaikannya. Adapun tahapan-hapannya sebagai berikut :

1.      Reduksi data (data
reduction)

Kategori dan
mereduksi data yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi penting yang
tarkait dengan tema, setelah mendapatkan tema yang dirasa cocok dalam
menjalankan suatu usaha , kemudian dipilih dan di seleksi untuk mendapatkan
informasi yang paling penting.

2.      Penyajian data (data
display)

Melakukan
intepretasi data yaitu melakukan penyajian data dari apa yang di sajikan
responden terhadap tema, meyajikan data yang telah di himpun selama proses
pengumpulan data mengenai usaha apa yang akan di laksanakan dan di sajikan
kepada responden atau khalayak umum.

3.      Penarikan
kesimpulan (conclusion drawing)

Penarikan
kesimpuan berdasarakan sususan tulisan yang telah disusun, sehingga akan
menjabarkan hasil analis dari data yang telah di dapatkan.

4.     
Pengumpulan
Data (data collection)

Data yang sudah di peroleh
selanjutnya akan disusun dalam
bentuk tulisan yang berisi serangkaian informasi sesuai dengan tema.setelah
data yang di inginkan dirasakan sudah cukup, kemudian data tersebut di susun agar
lebih mudah untuk menyajikannya

 

 

 

Tabel
diatas adalah tabel analisis data yang digunakan oleh penulis, namun teknik ini
arahahnya terlihat tidak beraturan karena teknik ini bermacam-macam, dan
dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Data yang diperoleh pada
umumnya dalah kualitatif, sehingga teknik analisis data yang digunakan ini
belum memiliki pola yang jelas.

3.    Hasil
dan Pembahasan

 

3.1    Hasil

Dengan
melakukan tahapan yang sudah dijelaskan diatas mengenai dasar pemikiran dan
sikap yang harus dimiliki seorang entrepreneur agar dapat menjalankan bisnis
dengan sukses di masa yang akan datang. Adapun seorang entrepreneur yang sukses
harus memiliki beberapa tahapan dasar, diantara nya adalah :

1.     
Kreatifitas

Berpikir secara kreatif guna
menemukan ide atau gagasan baru dalam menjalankan sebuah bisnis.

2.     
Pantang
Menyerah

Seorang entrepreneur diharapkan
tidak menyerah dan mampu bangkit dari segala keterpurukan dan belajar dari
kesalahan.

3.     
Mampu
Melihat Peluang

Mampu melihat pelung yang ada
dengan menetukan pasar dan melihat peluang yang mungkin akan berkembang.
Memiliki target dan konsep yang jelas dalam melaksanakan bisnis akan diajalani.

4.     
Mudah
Beradaptasi

Cepat beradaptasi dengan
lingkungan, hal tersebut harus dimiliki oleh pengusaha muda karena di dalam
menjalankan bisnis akan menumkan permasalahan mulai dari yang terkecil sampai
yang terbesar sekalipun maka siapkan mental untuk hal-hal tersebut.

5.     
Tidak
Mudah Puas

Seorang pengusaha muda di
harapkan tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah di capai karena jika
kita sudah merasa puas maka bisnis tersebut tidak akan berkembang lagi untuk
kedepannya, perbaikin apa yang dirasa kurang dalam bisnis kita, perluas
jaringan, dan memulai hal-hal baru. Serta terus belajar kepada para pengusaha
yang dapat sukses di usia muda sebagai motivasi untuk kita dapat meraih
kesuksean yang serupa.

 

3.2    Pembahasan

Bisnis
adalah suatu organisasi yang menjual barang dagang atau jasa kepada pembeli
(konsumen) atau kepada pembisnis lainnya untuk mendapatkan untung (laba).
Secara historis bisnis merupakan kata dari bahasa inggris bussines, yang dari kata “bussy”
yang artinya sibuk dalam konteks masyarakat, komunitas, ataupun individu.
Dalam artian sibuk menjalankan aktivitas yang sedang dan pekerjaan yang sedang
berlangsung. Kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak-pihak swasta untuk
mendapatkan keuntungan (profit) untuk
meningkatkan keuntungan pemilik perusahaan tersebut.

 

Bisnis menurut Brown dan Partello
adalah “Bussiness in an institution which goods and services demanded by
people”, yang maksudnya bisnis suatu lembaga dimaksudkan untuk menghasilkan
barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan keuntungan (profit).

 

Sedangkan dari
penjelasan yang sudah disampaikan pada bab-bab diatas, pembahasan ini menurut
pada masalah tentang bagaimana menjadi seorang pebisnis di bidang teknologi
serta untuk membangun dunia usaha dengan cara seperti apa agar bisa
mewujudkannya. Saat ini banyak pebisnis membuka usaha yang anti mainstream dan
itu menjadikan satu daya tarik untuk memikat para konsumen.

 

Dalam
melakukan tahapan yang telah dijelaskan mengenai dasar pemikiran dan juga sikap
yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha sukses di masa mendatang. Seperti
memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi karena seorang pembisnis dituntut
untuk memiliki sikap yang bertanggung jawab dan juga berani dalam mengambil
setiap keputusan, memiliki pemikiran yang matang serta juga tidak takut akan
kegagalan dari setiap langkah yang akan diambil.

Selalu memiliki
ide ide yang cemerlang dan inovasi dengan berpikir kreatif guna menemukan
gagasan baru dalam menjalankan sebuah usaha. Mampu melihat segala peluang yang
ada dengan menentukan segmen pasar yang akan berkembang. Memiliki konsep yang
jelas serta target yang sesuai dengan situasi pasar yang ada dalam menjalankan
usaha/bisnis.

 

Cepat beradaptasi
dengan lingkungan usaha yang dijalankannya. Hal tersebut harus dimiliki oleh
pebisnis karena dalam menjalankan usaha karena dalam setiap usaha kita
memerlukan juga relasi dengan perusahaan lainnya agar bisa terjalin kerja sama
yang bisa menguntungkan setiap usaha kita, sehingga mampu untuk berkembang.
Tentu juga seorang pebisnis harus memiliki sifat yang tidak gampang puas dengan
apa yang telah dicapainya sehingga kita mampu untuk mencapai ketinggian yang
baru dalam bisnis yang dijalankan.

 

Menjadi seorang
pebisnis merupakan pekerjaan yang mulia, karena seorang pebisnis mampu
berkontribusi dalam membuka jalan kepada pengangguran yang ada untuk bekerja di
perusahaan, dan juga seorang pebisnis cenderung berkontribusi terhadap
pemasukan negara.

 

3.2.1  
Analisis Pebisnis dan Teknologi

 

Pada dasarnya, bangsa yang maju dilihat dari seberapa banyak
jumlah usaha yang ada serta seberapa mampu mereka dalam mengakses teknologi. Proses
pembentukan pebisnis berbasis teknologi ini merupakan jawaban dari hal
tersebut, yaitu untuk meningkatkan akses teknologi dalam masyarakat sekaligus
mengembangkan usaha sektor riil yang ada. Semoga pengembangan wirausaha
berbasis teknologi ini dapat menjadi salah satu tahapan menuju kemandirian
Indonesia. Berikut beberapa pengusaha yang sukses dalam menjalankan bisnisnya
dibidang teknologi yang dapat dijadikan motivasi, adalah sebagai berikut :

 

Ø Andrew Darwis, adalah sebagai salah satu pencipta website kasak kusuk atau
biasa disingkat kaskus dengan format forum komunitas dalam konten lounge dan
juga forum jual beli (FJB). Situs ini dikelola oleh PT. Darta MediaIndonesia,
Kaskus ini dikunjungi sedikitnya oleh 600.000 orang, dengan jumlah page view
melebihi 3.000.000 setiap harinya, anggotanya banyak tersebar baik itu member
lokal maupun mancanegara. Banyak kaskuser yang tersebar diberikan kemudahan
transaksi bisnis online.

 

Ø Nadiem Makarim, adalah pendiri perusahaan Go-Jek, perusahaan ini bergerak
di bidang pelayanan transportasi dengan berbasis teknologi, Nadiem mengawali
bisnisnya karena melihat permasalahan yang dimiliki tukang ojeg dengan
penumpang yang kurang produktif, sehingga mendapatkan ide untuk membuat
applikasi online yang bertujuan untuk memudahkan kepada driver ojeg dengan
penumpang. Bisnis yang di bentuk oleh Go-Jek sangat sederhana, hanya dengan
berbentuk applikasi namun digemari masyarakat. Namun hal ini terbukti dengan
prestasi yang dia capai sehingga banyak sekali driver ojeg yang bergabung
dengan perusahaan tersebut.

 

Ø Achmad Zaky, adalah pendiri situs website bukalapak.com yang dikelola
oleh PT. Bukalapak, bukalapak merupakan salah satu bisnis yang bergerak di
bidang online marketplace dengan model bisnis costumer to costumer. Bukalapak
ini merupakan salah satu website terkemuka yang diminati masyarakat, hal ini
dikarenakan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli dan juga tidak
perlu repot untuk datang ke tempat transaksi, hanya mengandalkan teknologi online
para jual beli dengan mudah bisa melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja.

 

Ø Ferry Unardi, adalah salah satu pencipta website traveloka, Traveloka
sendiri merupakan situs layanan yang menyediakan pemesanan tiket pesawat dan
hotel yang berfokus pada perjalanan di Indonesia, traveloka sendiri telah
bekerja sama dengan banyak perusahaan yang bergerak di bidang baik itu
transportasi maupun hotel. Traveloka ini memudahkan masyarakat baik itu bagi
yang ingin liburan maupun pulang kampung. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir
dalam kesulitan dalam pemesanan tiket transportasi dan juga tidak perlu lagi
untuk ribet memesan hotel.

 

Contoh – contoh pengusaha
diatas dapat dijadikan sebagai salah satu motivasi maupun referensi bagi para
calon pengusaha, bahwa kita dapat memanfaatkan era teknologi ini sebagai pasar
bisnis.

 

3.3    Interpretasi Penemuan Secara Logis

 

Interpretasi
adalah milik pribadi, sehingga kita tidak perlu dan tidak bias memaksakan
interpreatsi kita kepada orang lain. Meskipun begitu, jika dilakukan secar
efektif, interpreatsi dapat pula digunakan untuk meyakinkan orang lain serta
dapat mendorong orang lain dalam merubah pandangannya dan juga tingkah laku
mereka. Dalam hal ini, interpretasi dipahami sebagai sutau proses untuk
menyederhanakan suatu ide yang rumit kemudian membaginya kepada masyarakat.

 

Interpretasi
merupakan bagian dari sebuah gambaran akan informasi. Informasi-informasi yang
diterima oleh seseorang akan diubah sesaui simbol yang dimilikinya sehingga
menghasilkan sebuah interpretasi. Informasi sangatlah beragam, dapat berbentuk
lisan, tulisan, gambar, matematika dan lain sebagainya. Interpretasi seseorang
terhadap suatu hal atau suatu peristiwa dapat berbeda-beda, tergantung dari
pengalaman yang dilihat ataupun dialaminya.

 

3.4   
Kaitan Sumber
Rujukan

 

Menurut
Justine Longenecker, dalam bukunya kewirausahaan, manajemen usaha kecil, jilid
1, mengatakan bahwa untuk menjadi seorang yang sukses harus berani mengambil
segala resiko apapun tidak harus menunggu sesuatu tetapi kita yang harus
mengejar tujuan yang ingin kita capai.

 

Dari
yang disampaikan oleh Justine di dalam bukunya, mengindikasikan jika ingin
memantapkan diri sebagai seorang entrepreneur harus benar-benar siap
saat sudah mengambil langkah tersebut. Jangan pernah melakukan sesuatu hal itu
dengan setengah-setengah tapi harus yakin dan percaya bahwa segala sesuatu
dapat diraih dengan kerja keras yang sudah lakukan, serta hasil pun akan
mengikuti alur pencapaian kita.

 

Pelaku
bisnis harus bisa mengendalikan perusahaan serta menjadi contoh pemimpin yang
dapat menjadikan dirinya pantas disebut sebagai seorang teladan di bidangnya.
Para ahli juga menuturkan, rata-rata orang memiliki kemampuan dalam berbisnis
tetapi hanya beberapa yang berani dan mampu melakukannya karena orang yang
biasanya berani mengambil langkah yang menurutnya sulit justru merekalah yang
tampil sebagai pemenang dalam suatu perburuan.

 

4.   
Kesimpulan

 

Banyak
orang begitu terobsesi menjadi seorang entrepreneur yang berhasil dan sejahtera
tetapi sangat sedikit yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada dan
secara sadar rela mengorbankan hal-hal yang mereka cintai demi pencapaian
tujuan tersebut. Obsesi ini juga bisa membius orang untuk bekerja secara
terus-menerus sepanjang waktu.

Hal
ini bisa menguntungkan atau merugikan, tergantung pada aspek apa yang kita
gunakan. Nah bagi Anda yang belum terjun ke dunia entrepreneur, ada baiknya
Anda mengetahui sisi positif dan negatif sebagai entrepreneur. Alih-alih
sebagai penyurut semangat Anda untuk menjadi entrepreneur, jadikanlah ini
sebagai bekal untuk mengantisipasi gaya hidup yang harus Anda adopsi saat
menjadi entrepreneur kelak.

 

 

 

5.    Referensi

kewirausahaan teori, Geoffrey
Meredith, Penerbit Binaman Pressindo, Jakarta, 2000

Mallya,
L. Suresh. (2011). Successful
Entrepreneurs of Indian Origin: A Case Study. Chennai: Departement of
Management Studies, Dr. M.G.R. Educational and Research Institute University

Ajzen, I. (2005). Attitude, Personality and Behavior Second
Edition. Milton-Keynes England: Open University Press/McGraw Hill

Musrofi, M. (2008) Creative, Manager, Entrepreneur;
93 Teknik kreatif otak kanan dan otak kiri. Jakarta: Elex Media Komputer

Osakede,
Uche A., Lawanson, Akanni O., and Sobowale, Deborah A. (2017). Entrepreneurial interest and academic
performance in Nigeria:evidence from undergraduate students in University of
Ibadan. Journal of Innovation and Entrepreneurship(15).